Kecelakaan sepeda motor merupakan tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama berdampak pada kelompok usia muda di bawah 45 tahun. Sebuah studi menarik yang dianalisis oleh Mariana dan Dewi (2018) menggunakan data HDSS tahun 2015 dan 2016 di Sleman, Yogyakarta, mencoba memahami pola kejadian kecelakaan lalu lintas berdasarkan kelompok usia. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu di bawah usia 45 tahun cenderung memiliki mobilitas tinggi dan lebih memilih sepeda motor sebagai moda transportasi utama. Akibatnya, kelompok ini lebih sering mengalami cedera serius dibandingkan dengan mereka yang berusia 45 tahun ke atas.
Tag Archive for: Improving mortality

Pada tanggal 2 Maret 2025, Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman melakukan diskusi dari Dr. Julia Schroders, dosen dan peneliti dari Umeå University, Swedia. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset internasional yang mendukung pengembangan ilmu kesehatan masyarakat berbasis data lokal.
Dalam diskusi hangat yang berlangsung secara daring tersebut, dibahas rencana keterlibatan dua mahasiswa program studi kedokteran dari Umeå University yang akan menggunakan data mikro HDSS Sleman sebagai bagian dari tugas akhir mereka. Kedua mahasiswa ini akan melakukan analisis data mikro HDSS Sleman untuk menjawab pertanyaan penelitian seputar kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sleman.

Pada Senin, 6 Januari 2025, empat mahasiswa dari Program Studi S1 Statistika Universitas Diponegoro memulai magang di Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman. Kegiatan pertama yang dijalani mahasiswa magang yaitu sesi orientasi yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa dengan lingkungan kerja dan tim HDSS Sleman.
Dalam sesi tersebut, para mahasiswa berkesempatan untuk memperkenalkan diri dan berbagi tujuan serta harapan mereka selama menjalani magang. Mereka menyampaikan antusiasme tinggi untuk belajar dan berkontribusi dalam proyek-proyek penelitian yang sedang berlangsung. Beberapa hal yang ingin mereka pelajari meliputi analisis data menggunakan berbagai metode statistik, pengembangan keterampilan pemrograman, serta pengalaman kerja nyata di bidang kesehatan.

Peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) yang diperingati setiap tanggal 29 September menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap pencegahan penyakit kardiovaskular. Bersamaan dengan perayaan World Heart Day, dr. Anggoro Budi Hartopo, MSc, Ph.D, SpPD-KKV, SpJP(K) yang merupakan salah satu peneliti di HDSS Sleman mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat “Aksi Sehat Jantung: Pemeriksaan Kesehatan dan Penerapan Kuesioner Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) Berbasis Web pada Masyarakat di Aula Kalurahan Sidomoyo”.

Mulai tahun 2024, Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman membuka pintu bagi mahasiswa kedokteran untuk menjalani program magang (internship) selama blok elektif. Pada tanggal 3 September 2024, HDSS Sleman menyambut kedatangan tiga mahasiswa kedokteran yang antusias untuk memperoleh pengalaman praktis di bidang kesehatan masyarakat.
Selama orientasi, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek kegiatan HDSS Sleman, mulai dari sejarah hingga program-program yang sedang berjalan. Mereka juga berkesempatan untuk berbagi harapan dan tujuan yang ingin dicapai selama magang.

HDSS Sleman berkomitmen untuk selalu menghasilkan luaran berkualitas yang dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan berkelanjutan di Kabupaten Sleman. Dalam rangka mendukung komitmen hal tersebut, HDSS Sleman mengadakan beberapa workshop analisis data untuk setiap modul penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data Siklus 9. Workshop ini mengundang para peneliti yang terlibat dalam pembuatan modul, manajer data, dan asisten peneliti. Workshop bertujuan untuk membahas rencana hasil analisis statistik dari data yang dikumpulkan dan potensi manuskrip yang dapat ditulis dari modul tersebut.
Metode otopsi verbal terbukti efektif dalam mengungkap penyebab kematian di Sleman. Lebih banyak perempuan meninggal dibandingkan laki-laki selama periode 2014-2017. Mayoritas kematian terjadi pada individu berusia 65 tahun ke atas. Sebagian besar kematian disebabkan oleh faktor alami.

Kematian adalah peristiwa alamiah yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Memahami konteks dan faktor yang menyertainya memiliki signifikansi penting dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan dan kebijakan. Verbal autopsy (otopsi verbal) merupakan metode yang digunakan untuk menentukan penyebab kematian melalui wawancara dengan keluarga dekat atau pengasuh orang yang meninggal.
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalis ke-78 tahun ini dengan meriah. Perayaan akbar ini diwarnai dengan berbagai kegiatan yang diikuti tidak hanya sivitas akademika FK-KMK tetapi juga khalayak umum. Salah satu kegiatan yang memeriahkan rangkaian Dies Natalis FK-KMK yaitu Annual Scientific Meeting (ASM) 2024.
ASM merupakan sebuah tradisi tahunan, berfungsi sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan, berbagi temuan penelitian, dan mendorong kolaborasi di antara para ahli di bidang ilmu kesehatan. Dalam rangka memperluas jangkauan dan melibatkan audiens yang lebih luas, ASM diramaikan dengan Expo dan Talkshow.
Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan roda perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Sleman, Yogyakarta, dampak ekonomi dirasakan khususnya oleh masyarakat miskin. Sebuah studi terbaru yang menganalisis data dari Sleman Health and Demographic Surveillance System (HDSS) periode September-Oktober 2020 mengungkap gambaran suram ini.
Analisis yang dilakukan oleh Firdaus Hafidz dkk. ini melibatkan 1.516 responden HDSS. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 60% merasakan pukulan ekonomi akibat pandemi. Namun, yang paling terdampak adalah mereka yang berada di kelompok sosial ekonomi bawah (45,8% dari total responden). Kelompok ini 2,5 hingga 3 kali lebih cemas kehilangan pekerjaan, memenuhi kebutuhan dasar, dan melunasi kewajiban finansial dibandingkan dengan kelompok ekonomi atas.
Dalam upaya bersama untuk meningkatkan pemanfaatan kekayaan data yang dikumpulkan oleh Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman, diadakan pertemuan guna membahas berbagai strategi yang mungkin dilakukan. Salah satu strategi utama adalah mendorong pemanfaatan data sekunder HDSS Sleman oleh peneliti dan mahasiswa. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan penelitian berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertemuan ini melibatkan divisi ilmiah, divisi pemanfaatan data, dan tim manajemen data.



