WILAYAH KERJA HDSS

Gambar 1 - Peta Lokasi Kluster HDSS

Gambar 1 – Peta Lokasi Kluster HDSS

Sesuai dengan namanya, HDSS Sleman dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alasan Kabupaten Sleman dipilih sebagai lokasi surveilans demografi dan kesehatan adalah:

  • Kabupaten Sleman memiliki area dengan karakteristik urban, sub urban, dan rural. Karakteristik ini diperlukan untuk dapat menggambarkan perbedaan kejadian penyakit di area tersebut yang nantinya akan mempengaruhi intervensi yang akan dilakukan.
  • Tingginya umur harapan hidup (UHH) di Kabupaten Sleman. Hal ini juga menjadi pertimbangan karena masyarakat dengan UHH yang tinggi memerlukan perhatian khusus agar masyarakat tetap sehat pada masa usia lanjut.
  • Letak Kabupaten Sleman  yang dekat dengan kampus Universitas Gadjah Mada dan pusat pemerintahan. Hal ini dapat menjadi faktor pendukung keberlangsungan health surveillance site dan mempermudah komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Sleman

Kabupaten Sleman terletak pada koordinat 110° 33′ 00″ dan 110° 13′ 00″ Bujur Timur, 7° 34′ 51″ dan 7° 47′ 30″ Lintang Selatan dengan batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Kabupaten Boyolali
Sebelah Timur : Kabupaten Klaten
Sebelah Selatan : Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta
Sebelah Barat : Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Magelang

Luas wilayah Kabupaten Sleman sebesar 574.82 km2 terdiri dari 17 kecamatan dan 86 kelurahan/desa. Berdasarkan data BPS tahun 2012, jumlah penduduk mencapai 1.107.187 orang dengan rasio jenis kelamin 98,84 dan kepadatan penduduk 1.939 orang/km2. Jumlah keluarga sebesar 315.445 dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga sebesar 3,29 orang.

HDSS Sleman siklus mengumpul kan data dari 5,147 rumah tangga yang berada dalam 216 kluster terpilih di 80 desa di Kabupaten Sleman. Dari seluruh kluster tersebut, 184 kluster berada di wilayah perkotaan dan 32 kluster berada di wilayah pedesaan. Persebaran lokasi pengumpulan data HDSS Sleman digambarkan dalam Gambar 1.