Di banyak ruang praktik dan rumah warga di Sleman, petugas kesehatan dan enumerator survei sering menghadapi situasi yang sama. Tinggi badan perlu dicatat, tetapi stadiometer tidak tersedia, ruang terlalu sempit, atau responden tidak bisa berdiri tegak karena sakit, kelelahan, obesitas, atau usia lanjut. Padahal, tinggi badan dibutuhkan untuk berbagai perhitungan dasar seperti status gizi dan pemantauan risiko kesehatan.

Kesenjangan antara standar pengukuran dan realitas lapangan inilah yang mendorong tim Health and Demographic Surveillance System bersama FKKMK UGM menyusun rumus lokal untuk memperkirakan tinggi badan orang dewasa, termasuk kelompok usia lanjut, hanya dari panjang tulang ulna, usia, dan jenis kelamin.








