Tag Archive for: Universal health coverage

Kecelakaan sepeda motor merupakan tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama berdampak pada kelompok usia muda di bawah 45 tahun. Sebuah studi menarik yang dianalisis oleh Mariana dan Dewi (2018) menggunakan data HDSS tahun 2015 dan 2016 di Sleman, Yogyakarta, mencoba memahami pola kejadian kecelakaan lalu lintas berdasarkan kelompok usia. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu di bawah usia 45 tahun cenderung memiliki mobilitas tinggi dan lebih memilih sepeda motor sebagai moda transportasi utama. Akibatnya, kelompok ini lebih sering mengalami cedera serius dibandingkan dengan mereka yang berusia 45 tahun ke atas. read more

Pada program pengabdian masyarakat “Aksi Sehat Jantung: Pemeriksaan Kesehatan dan Penerapan Kuesioner Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) Berbasis Web pada Masyarakat di Aula Kalurahan Sidomoyo”, tiga mahasiswa magang dari program blok elektif berkesempatan terlibat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sebelum terjun dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, ketiga mahasiswa magang blok elektif dibekali dengan pengetahuan terkait perencanaan program pengabdian masyarakat, bagaimana mengintegrasikan kegiatan ini dengan penelitian, dan teknis pelaksanaan kegiatan. read more

Mulai tahun 2024, Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman membuka pintu bagi mahasiswa kedokteran untuk menjalani program magang (internship) selama blok elektif. Pada tanggal 3 September 2024, HDSS Sleman menyambut kedatangan tiga mahasiswa kedokteran yang antusias untuk memperoleh pengalaman praktis di bidang kesehatan masyarakat.

Selama orientasi, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek kegiatan HDSS Sleman, mulai dari sejarah hingga program-program yang sedang berjalan. Mereka juga berkesempatan untuk berbagi harapan dan tujuan yang ingin dicapai selama magang. read more

Tahukah kamu bahwa kebiasaan merokok bisa memperburuk kondisi kesehatanmu, terutama jika kamu memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)? Sebuah penelitian menarik yang dilakukan pada tahun 2017 di Sleman, Yogyakarta, menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi kesuksesan seseorang dalam berhenti merokok.

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, artinya peneliti mengumpulkan data dari 120 orang yang tinggal di Sleman pada satu waktu tertentu. Responden terdiri dari dua kelompok: mereka yang sudah berhasil berhenti merokok dan mereka yang masih merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami apa saja yang membuat orang berhenti merokok, khususnya bagi mereka yang memiliki hipertensi. read more

Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman memenuhi undangan acara Pra Kuliah Perdana yang diselenggarakan bagi 58 mahasiswa baru program Doktor (S3) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Agustus 2024 di Ruang CBT C Gedung Perpustakaan FK-KMK UGM. Dalam acara tersebut, HDSS Sleman memberikan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan Sleman HDSS sekaligus menjalin interaksi dengan mahasiswa baru program Doktor (S3) tahun ajaran baru 2024/2025. read more

Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman memenuhi undangan panitia untuk berpartisipasi dalam acara Kuliah Perdana yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Agustus 2024 di Auditorium bagi mahasiswa baru program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara ini membuka peluang bagi mahasiswa baru untuk mengenal dan berkolaborasi dengan HDSS Sleman dalam menjalani pendidikan dan penelitian selama studi. read more

HDSS Sleman berkomitmen untuk selalu menghasilkan luaran berkualitas yang dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan berkelanjutan di Kabupaten Sleman. Dalam rangka mendukung komitmen hal tersebut, HDSS Sleman mengadakan beberapa workshop analisis data untuk setiap modul penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data Siklus 9. Workshop ini mengundang para peneliti yang terlibat dalam pembuatan modul, manajer data, dan asisten peneliti. Workshop bertujuan untuk membahas rencana hasil analisis statistik dari data yang dikumpulkan dan potensi manuskrip yang dapat ditulis dari modul tersebut. read more

Sebuah penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sleman mengungkap berbagai faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan pemberian ASI eksklusif dan dilakukan melalui studi cross-sectional menggunakan data sekunder dari HDSS Sleman Siklus 1 dan 2. Sampel penelitian terdiri dari 218 ibu dengan anak berusia 7 hingga kurang dari 24 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan asuransi kesehatan serta penggunaan botol susu dan empeng memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang memiliki asuransi kesehatan cenderung 2,14 kali lebih mungkin untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Selain itu, bayi yang tidak pernah menggunakan botol susu atau empeng sebelum usia 6 bulan, 5,14 kali lebih mungkin menerima ASI eksklusif dibandingkan dengan bayi yang menggunakan botol atau empeng sebelum usia tersebut. read more

Metode otopsi verbal terbukti efektif dalam mengungkap penyebab kematian di Sleman. Lebih banyak perempuan meninggal dibandingkan laki-laki selama periode 2014-2017. Mayoritas kematian terjadi pada individu berusia 65 tahun ke atas. Sebagian besar kematian disebabkan oleh faktor alami.

Kematian adalah peristiwa alamiah yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Memahami konteks dan faktor yang menyertainya memiliki signifikansi penting dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan dan kebijakan. Verbal autopsy (otopsi verbal) merupakan metode yang digunakan untuk menentukan penyebab kematian melalui wawancara dengan keluarga dekat atau pengasuh orang yang meninggal.  read more

Akses ke layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas merupakan hak asasi setiap orang, termasuk kemudahan mendapatkan alat kontrasepsi modern. Namun, kenyataannya, tak sedikit pasangan usia subur di Indonesia yang masih terkendala biaya saat ingin menggunakan alat kontrasepsi.

Penelitian terbaru yang memanfaatkan data sekunder Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman menyorot temuan menarik terkait hal ini. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan ini menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta yang terdaftar dalam program jaminan kesehatan tetap perlu mengeluarkan biaya sendiri untuk mengakses alat kontrasepsi. read more