
Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah utama terkait faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah yang masih banyak ditemui di Indonesia. Selain itu pengendalian hipertensi belum adekuat meskipun sudah banyak pengobatan yang tersedia bagi masyarakat. Jumlah penderita hipertensi dengan tekanan darah tidak terkontrol terus meningkat. Obesitas di sisi lain juga merupakan salah satu faktor risiko utama dari hipertensi.
Hasil analisis situasi yang telah dilakukan di Dusun Cupuwatu I, Kalasan, Sleman, menunjukan bahwa di wilayah tersebut, prevalensi hipertensi, kegemukan dan kegemukan perut/obesitas sentral masih cukup tinggi. Dari hasil studi tersebut didapatkan bahwa obesitas sentral merupakan salah satu faktor yang berhubungan paling bermakna dengan kejadian hipertensi. Belum ada upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat secara khusus, misalnya melalui kegiatan Posbindu PTM di wilayah dusun tersebut.

