
Dalam rangka memfasilitasi kebutuhan ibu hamil, pemerintah melalui Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah membuat program berupa kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil merupakan bentuk pendidikan prenatal yang dilakukan secara tatap muka dalam kelompok dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai kehamilan dan perawatannya, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular, dan akte kelahiran (Depkes RI, 2009).
Berdasarkan data HDSS tahun 2021, sebanyak 15% anak di Kapanewon Minggir terlahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan data kondisi ibu hamil berisiko di Puskesmas Minggir, diketahui masih terdapat ibu hamil di Kelurahan Sendangmulyo dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan komplikasi kehamilan. Kondisi KEK dan komplikasi dapat berdampak pada Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) yang merupakan salah satu faktor risiko stunting. Selain mempengaruhi janin, kondisi KEK dan komplikasi juga berkaitan dengan kejadian kematian ibu.









